Story



 ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗




 

Pada awalnya, hanya ada sepercik cahaya.

Lalu sejenak, muncul sensasi yang begitu lembut, seolah seperti melayang.

Terasa sebuah kehangatan, dan juga sedikit ketegangan,

seolah mengajakmu untuk melupakan.

Melupakan dirimu?

Benar, aku sudah melupakan sesuatu.

Tapi apa itu? Apa yang mungkin sudah aku lupakan?

 

 



 ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗






Roswell dijuluki ‘kota hijau’ sebuah kota yang dinaungi oleh keindahan alam-nya. Disana terlihat hamparan bunga-bunga yang indah berwarna-warni menghiasi Mayapada versi Eropa, Reich. Tak lupa dengan air terjun yang terkenal di kota itu, yang sangat digemari selama bertahun-tahun lamanya. Kehadiran gunung yang menjadi sumber daya sekaligus memperindah pandangan diantara kaki gunung yang tinggi. Pada musim gugur, hujan daun melembutkan hati dan pada musim dingin tempat itu dianugerahi ketenangan yang bisu. Setiap musim memiliki panggung yang berbeda, kota tersebut merupakan tempat yang murah hati di mata orang-orang yang mengunjungi.

Dengan keragaman itu tiada yang menjelek-jelek an kota tersebut begitu pula dengan Kerajaan Eladaria yang terkenal akan kemewahannya dan kekuatannya serta kemurahan hati untuk saling membantu dan berusaha agar senantiasa berlaku adil serta kesejahteraan yang aman. Telah dikaruniakan gadis kembar yang super imut dan pintar memberikan kesan yang bahagia dan terlihat ia sangat menyayangi keduanya tanpa membeda-bedakan satu sama lain, dia selalu berlaku adil kepada semua orang. Seperti  hal nya ketika ia memimpin kerajaan Eladaria. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Kaisar yang arif dan Bijaksana, Alden Hairaz, itulah namanya. Nama yang sangat tepat untuk Sang Ayahanda. Ayah terbaik di semesta alam yang pernah ada! Benar, Putri kesayangannya, Aruna dan Azura. Kami kembar.

Dilahirkan sebagai Tuan Putri berkebangsaan Angles atau disebut juga bangsa Arya yang memiliki darah biru. Sang gadis kembar permata yang elegant nan elok, meski kembar, sifat tak harus sama bukan?

Kami adalah Putri Kesayangan Ayahanda. Meski kami kembar, kami memiliki sifat yang hampir 180 derajat berbeda. Mungkin sih.. namun meskipun memiliki perbedaan, yang pasti ada suatu hal yang benar-benar sama. Ternyata benar, sangat terbukti. Kami sama-sama sangat haus akan ilmu pengetahuan, karena menurut kami ilmu pengetahuan itu telah memberikan suatu restu yang tiada terhingga indahnya, terutama tentang legenda juga sejarah berdiri nya kerajaan di kota ini, kota tempat lahir kami berdua disini. Roswell.

 

✿✿✿

Berjalan menyusuri hutan, melewati sungai-sungai yang berkilau disertai kicauan burung yang merdu. Terlihat kupu-kupu imut mengitari bunga yang baru bermekaran. Udara sejuk nan segar memberikan ketenangan. Begitu pula suara alam yang begitu harmonis didengar.

“Azura! Ayo lompatlah!”

“Uhm.. tunggu.. sebentar..”

Haha itulah Azura kembaran ku, dia selalu saja ragu atas semua hal yang ia kerjakan. Berbeda dengan aku yang selalu yakin akan hal yang sudah ada didepan yang harus aku hadapi!

            “Baiklah, pegang tangan ku!” Aruna sambil mengulurkan tangan.

            “I-iya. Terima kasih, Aruna” Azura tersenyum lembut.

 

            --Aku Aruna.

            Bisa dibilang aku adalah kakak dari Azura, tapi aku lebih senang ketika Azura hanya memanggilku ‘Aruna’ lagipula umur kami tidak berbeda jauh kok! Hanya berbeda 10 menit saja. Mataku berwarna merah, nama ‘Aruna’ memang benar-benar cocok pada ku karena nama Aruna bermakna gadis bermata merah. Setiap nama memang memiliki arti nya masing-masing.

            “Yup! Mari kita lanjutkan saudariku”

            Kami berlari sambil memegang tangan satu sama lain, angin meniup rambut kami yang bergelombang, cahaya matahari berpantulan sehingga terpancar sinarnya. Baru pertama kali kami melewati sungai-sungai jernih yang dinamis untuk tujuan ke puncak gunung. Biasanya kami melewati Slavia’s Garden yang dipenuhi dengan bunga-bunga yang elok.

            Sesampainya di puncak, kami melihat berbagai burung yang terbang bebas diangkasa menghiasi langit biru muda berpaduan awan putih yang memudar.

 

            -- Azura. Itulah namaku.

            Langit yang indah. Aku sangat menyukai langit itu, langit rona biru muda. Awan putih dilengkapi dengan angin sepoi-sepoi yang mencitrakan rasa damai, dan tentram. Seperti hal nya mata ku, mata ku berwarna biru, ya tepatnya biru langit. Pantas saja dinamakan ‘Azura’ karena nama itu bermakna gadis bermata biru langit sentosa.

 

            “Woah- indahnyaaaa..” sambil menutup mata merasakan angin yang mengelus.

            “Azura, Azura lihatlah~” Aruna memutari badannya hingga rok nya mengembang bersama kelopak bunga yang berjatuhan bagaikan musim semi yang diiringi oleh musim gugur.

 

✿✿✿

 

            Sejak kecil kami memang menyukai berpergian keluar kerajaan mengelilingi kota hijau ntah kemana, yang terpenting kami nyaman dan pasti menyukai itu. Namun kami lebih sering ke alam yang penuh akan kisah misteri yang membuat kami penasaran. Meski para pelayan di-kerajaan sangat lelah atas ulah kami. Tapi untung saja kami memiliki maid yang sangat bisa diandalkan, sungguh menyenangkan haha! Mereka selalu menutupi perbuatan kami yang dilarang oleh Ayah, terutama untuk pergi berkeliaran keluar kerajaan.

            Lumayan sedikit kasihan juga kepada mereka yang sering membuat alasan yang cukup sulit agar bisa dipercaya oleh Raja Alden. Ya itulah Ayahanda, sulit mempercayai pernyataan.

            Tapi setidaknya kami tidak ketahuan Ayah ehe.

            Semenjak Ibunda pergi, Ayahanda menjadi sangat peduli kepada kami. Ntah perasaan atau hal apa yang menyebabkan Ibunda pergi, saat itu kami masih berusia 3 tahun. Gadis polos yang tak mengerti apa-apa tentang hal yang tak bisa dipikir oleh akal manusia biasa. Namun tak disangka bahwa kami itu berbeda, kami mengetahui hal yang bahkan Ayah pun tak mengetahui nya. Namun, ini menjadi rahasia kami berdua, hanya aku dan saudari kembarku yang tahu.


✿✿✿

 

            Pagi hari di Kerajaan Eladaria dimulai dengan suara lonceng berbunyi nyaring berasal dari Menara tinggi. Kemudian diiringi oleh langkah kaki beruntun dari setiap pelayan yang bersiap melakukan tugas seperti biasa. Namun aula yang biasa nampak kosong pada hari biasa itu kini Nampak ramai dipadati oleh orang-orang. Beberapa bangsawan dengan baju mewahnya yang berbincang satu sama lain membicarakan politik terutama pada strategi pertempuran perang.

            Suara terompet diikuti pemberitahuan kedatangan kandidat kelompok pengawal membuat atensi seluruh orang di dalam ruangan segera terarah ke pintu aula. Satu persatu orang disana, baik bangsawan, petinggi kerajaan, serta pelayan , segera menyamping untuk memberikan jalan.

            Suara deritan pintu yang terbuka, dan datanglah tiga sosok yang gagah berpakaian serba besi berwarna silver itu memasuki ruangan aula. Ketiganya berjalan dengan hentakan kaki yang kokoh menuju singgasana Sang Raja untuk memberikan hormat. Menunduk dengan satu kaki menjadi tumpuan, sebuah penghormatan tertinggi yang diberikan kepada Sang Raja. Mereka pun segera melepaskan pelindung kepala, dan menampakan jati diri mereka dibalik baju zirah kuat mereka.

            Raja Alden berdiri, berjalan menghampiri ketiganya.

“Hari ini, sesuai tradisi, kami akan menobatkan para pengawal setia dan pemberani untuk Kerajaan Eladaria.” Sang Raja berhenti tepat didepan ketiganya. Di sebelah kanan tampak seorang pria berusia sekitar 20 tahun dengan rambut pirang yang cukup menawan. Sedangkan disisi kirinya tampak seorang wanita muda berambut hitam yang berkilau. Satu-satu nya yang mengganjal dan membuat heran banyak orang adalah orang yang ada ditengah mereka yang terbalut oleh perban, yang menutupi seluruh kepalanya kecuali mulut dan matanya dan tak disangka ia adalah salah satu ketua tim!

            “Hey- hey lihat Azura, apakah benar ia adalah ketuanya? Yang ditengah itu lho” bisik Aruna, “Sttttt.. Sekarang lagi penobatan lho” balas Azura.

            Sang Raja berhenti tepat didepan ketiganya. Pedang yang sedari tadi tersarung rapi di pinggangnya kini sudah di acungkan kepada sang ketua tim dari kelompok, menumpu tepat di pundak kiri-nya. “Oleh karena itu, sebelum penobatan ini dilanjutkan, aku sebagai Raja Kerajaan Eladaria akan bertanya kepada kalian. Apakah kalian sanggup menanggung beban sebagai pengawal kepercayaan Kerajaan Eladaria?”

            Terjadi lenggang sejenak sebelum akhirnya suara ketua tersebut itu terdengar lantang, “My Pleasure, Sir! Kami sanggup melakukannya.” Jawaban sederhana untuk mewakili kedua bawahan nya itu membuat Raja Alden tersenyum tipis.

            Aruna terlihat kagum, tak menyangka suaranya membuat Aruna penasaran apa yang telah terjadi dan menyebabkan kepala nya terbaluti perban yang banyak.

            “Baiklah, kita akan lanjutkan acara penobatannya.” Raja Alden menarik pedangnya kembali. Dengan satu isyarat, para pelayan segera membawa keperluan untuk melanjutkan penobatan. Tiga cawan emas berisikan air murni yang diambil dari pegunungan suci Roswell di belakang Kerajaan Eladaria. Begitu pula belati dengan ganggang emas yang baru saja diserahkan oleh pelayan kepada Sang Raja. Masing-masing cawan itu diberi air murni dan diberi 3 tetes cairan yang sangat amat legendaris dari leluhur Kerajaan Eladaria. Hanya orang-orang terpilihlah yang dapat meminumnya. Raja Alden mengisyaratkan agar ketiga orang didepannya untuk meminum air tersebut. Ini adalah sebuah simbol yang memaknai bahwa pengawal yang kuat mempertahankan Kerajaan Eladaria sebagai ksatria yang menghubungkan suatu tali kepada ksatria sebelum-sebelumnya termasuk pada para leluhur-leluhur Kerajaan Eladaria.

            Setelah ketiganya menghabiskan air suci tersebut, Sang Raja mulai meyambut mereka  “Orianna Gauhar. Hameez Rhys. Jovita Xafier. Sekarang kalian resmi menjadi ksatria kepercayaan Kerajaan Eladaria.” Dan semua orang bertepuk tangan menyambut ketiga ksatria yang telah resmi menjadi kepercayaan Kerajaan Eladaria.

Penutupan acara telah usai dan para tamu sudah pulang. Ketiga orang tersebut yang telah dinobati sebagai ksatria kepercayaan Kerajaan Eladaria sedang duduk bersama Sang Raja dengan meminum teh earlgrey yang aroma khas nya yang enak, meneduhkan pikiran dan hati, membuat kebersamaan menjadi lebih harmonis.

            “Sepertinya enak ya itu.” Ucap Azura.

            “Benar, kita kok ga diajak sih huu ini tidak adil!” Merenggut Aruna.

            Kita tidak sering minum teh bersama Ayah bahkan jarang sekali, karena Ayah terlalu sibuk mengurusi tamu-tamu yang datang. Sehingga melupakan kita. Mengesalkan! Ditendanglah karpet yang penuh debu oleh Aruna.

“Uhuk-uhuk, debunya banyak sekali.” Aruna batuk

“Aruna, apakah kau baik-baik saja?” Azura khawatir

“Tentu saja! Ini bukan apa-apa kok” percaya diri

Terdengar suara langkah kaki menuju kami. Menengoklah orang itu dan melihat kami, ia adalah ketua tim yang berbalut perban pada mukanya. Orianna. Ia sepertinya tersenyum kepada kami, dan kembali menuju meja untuk minum teh. Sepertinya dia menyelamatkan kami ya?

 

✿✿✿

 

            Keesokan harinya tepat pada usia kami yang ke-15 tahun, terjadinya secara tiba-tiba. “Ada apa ini?” tanya Azura. “Tenanglah, cepat kemari bersembunyi! Ada yang menyerang”

Tak ada aba-aba ataupun peringatan meluncurnya serangan dari pasukan yang tak diketahui asal-usul namanya. Mereka memakai pakaian yang sederhana, tak ada baju baja ataupun besi. Hanya saja memiliki senjata tombak yang sangat tajam serta penutup kepala. Menandakan bahwa pasukan tersebut memang misterius tidak ingin memperlihatkan asal-muasal mereka.

Kavaleri pengintai berlari jauh, dan mulai berteriak dalam bahasa Slavia dan Fenisia. Memberitahu kepada para wargarakyat orang setempat dan para prajurit mulai berhenti untuk beristirahat. Bergegas berbaris didepan menyiapkan senjata serta pertahanannya.

Pasukan berjaga pun membunyikan lonceng, sambil berteriak “Kita diserang!”

            Suara hentakkan kaki kuda membuat debu mengepul dan menghalangi pandangan.

            “Aruna! Azura! Dimana kalian?!” gelisah Sang Ayah. 

            “Paduka, tenanglah,” ucap seorang pengawal ksatria yang terkenal kesetiaannya.

            Alden mulai memerintah prajurit-prajuritnya serta ksatria nya agar bersiap untuk membalaskan dengan melesatkan serangan. Setidaknya untuk mempertahankan kediaman serta rakyat-rakyat nya. Kemudian Alden bertemu dengan pengawal kepercayaan Kerajaan Eladaria yang beberapa waktu lalu telah dinobatkan sebagai ksatria suci kepercayaan Kerajaan Eladaria. “Orianna! Aku memiliki permintaan untuk mu; selamatkan putriku!” Orianna sebagai ketua tim kaget setelah diperintahkan oleh Sang Raja, tapi ini bukan lah untuk memikirkan hal yang tak penting. Sekarang Kondisi sedang genting!

            Bergegaslah ia mencari kedua Putri Sang Raja, lalu mengisyaratkan kepada kedua bawahannya sekaligus temannya, sebagai ketua ia harus bertanggung jawab dengan bawahannya. “Jovita!” teriak Orianna memanggilnya dengan keras untuk memberitahukan perintah Sang Raja, “Sampaikan pada Hameez, bahwa kita diperintah untuk menyelamatkan Putri paduka Raja Alden. Mohon kerjasamanya!” Jovita mengangguk dan bergegas menuju tempat Hameez.

 

            “A-aruna..” suara gemetar Azura.

            “Pegang tanganku, jangan dilepaskan ya?” ucap Aruna

            Suara itu terdengar jelas dikuping kami, mulai dari suara ledakan hingga adu pedang senjata. Apa yang harus kita lakukan? Oh tidak, apakah kita akan bernasib buruk disini?

            Kami bersembunyi dibalik batu tua yang sangat besar, seperti gua tapi memiliki atap bagaikan rumah? Kediaman? Namun ini sangat familiar sekaligus asing, pikirkuAruna.

            “Hey.”

            Suara lelaki itu, teringat ketika berada di aula. Benar, saat dinobatkan nya pengawal.

            “Kemarilah kalian, aku diperintahakan Raja untuk menyelamatkan kalian.”

            “Waaa, terimakasih kami terselamatkan” ucap Azura.

            “Jangan berlebihan, ini baru awal Putri.” tersenyum dibalik perban diwajahnya.

            “Bagaimana cara mu menemukan kami?” jutek Aruna melirik pohon disampingnya

            “Ahaha, itu karena aku suka memanjat pohon. Kebetulan saat itu aku melihat kalian memasuki tempat ini dan untung saja kuda ku tidak pergi. Hehe.” Orianna tertawa kecil.

            Kami menuju Kerajaan Eladaria yang menunggaki kuda putih yang super cepat. Memasuki pintu rahasia dikerajaan, yang hanya diketahui oleh beberapa orang pilihan.

            “Turunlah, kalian akan aman disini, aku akan menunggu di luar. Untuk berjaga-jaga”

            “Sebaiknya kau ikut masuk bersama kami, pengawal. Agar tetap selamat” ucap Aruna

            Orianna tepukau kaget dan tak menyangka bahwa Aruna yang jutek akan berkata begitu “Kau kakak yang baik ya, terimakasih banyak Putri. Aku akan baik-baik saja”  mengusap kepala Aruna. Memalingkan wajah sudah biasa bagi Aruna untuk semua orang kecuali pada Ayahnya.

            “Seharusnya Kamilah yang berterimakasih. Terimakasih ya.” Aruna tersenyum lembut.

Orianna tersipu malu, melihat senyumannya. Bergegas pergi untuk membantu pasukan lainnya.

 

✿✿✿

            Tak disangka aku ketiduran! Terlihat bahwa serangan tadi sudah usai, tanpa ada korban. Ku tersadar bahwa ternyata diriku sendirian disini dan teringat saudari kembarku. Azura.

            “O,ya- Azura? Dimana kau? AZURAAAAAAA!” teriak diriku dan siap-siap bergegas untuk mencarinya. Kemana dia itu?! Tidak biasa nya dia jauh dari ku. “Azuraaa!.. Azuraaa!” sudah lelah, capek, ku teriak tanpa ada balasan dari nya. Aku pun menghampiri Sang Ayah.

            “Ayah, Azura- ” belum ku selesei berkata. Pengawal kepercayaan Kerajaan, benar mereka bertiga, berlutut dengan tunduk menyesal.

“Mohon maaf atas kesalahan kami paduka Raja!”

Aku terkejut, kesalahan? Kesalahan siapa? Bukankah dia menyelamatkan kami tadi?

            “Kami sungguh menyesal, dan merasa bersalah Raja. Kami tidak dapat menyelamatkan Tuan Putri Azura. Mohon maaf, kami tak becus. Apapun hukuman yang diberikan kepada kami sudah sepantasnya kami terima.” Ucap Sang ketua bertanggung jawab.

            “Terimakasih.” ucap Sang Raja. Mereka bertiga terkejut dan mendongkak kaget   “Kalian memang pantas menjadi ksatria Kepercayaan Kerajaan Eladaria.” lanjut Sang Raja. “Aku bertahun-tahun memimpin kerajaan ini, tidak ada satu pun yang bisa berkata seperti ini didepanku. Merasa bersalah dan menerima apapun hukuman yang diperoleh. Dulu mereka selalu mengutamakan alasan-alasan-alasan-dan alasan lagi. Itu sangat menyebalkan menurutku.”

            “Jadi, paduka.. apa hukuman yang pantas bagi kami agar tidak gagal lagi kedepannya?”

            “Tidak ada. Karena kalian masih belum gagal.” Tersenyum kokoh dan mengangkat ketiganya agar tetap berdiri.

            “Siapkan angkatan udara, darat, dan air untuk mencari asal-usul pasukan tersebut yang telah menyerang serta menculik Tuan Putri Azura, sekarang! Laksanakan!”

 

✿✿✿

 ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗




 

 

Apa yang kau cintai dari perang?

Ratusan manusia yang menjadi korban?

Blok-blok tak berarti di atas meja?

Kematian dan kehancuran?

Aneksasi dan kekuasaan?

Salah paham dan keraguan??

 

 

 


  ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗



Perang hanyalah acara bodoh untuk pembukti-an diri, membuat seseorang seolah untuk menegakkan keadilan. Padahal mereka membuat nyawa manusia terlihat tak berharga.”


Disisi lain, di Negara bagian lain. Serangan mendadak Kekaisaran Nijpon atas Perl Harbord tak diketahui pada bulan Desember 1941 membuat 21 kapal armada Amerycas rusak berat, menewaskan 2300 orang dan melukai lebih dari 1000 orang, dan seketika mengubah mentalitas orang-orang Amerycas yang tidak mau tahu urusan dunia luar dalam waktu kurang lebih dari 24 jam. Presiden Roosevelt meng-umumkan perang terhadap Nijpon, dan beberapa hari kemudian Hitler dan Mussolini.

             Seluruh negeri dimobilisasi untuk ikut dalam peperangan yang telah membuat Eropa banjir darah selama delapan belas bulan belakangan. Reaksi ngeri yang tersebar luas dari provokasi serangan tersebut digembar-gemborkan oleh kampanye media yang histeris, yang memperingatkan tentang invasi dalam waktu yang dekat.

            Sementara kerajaan Eladaria, bersikeras mencari informasi asal-muasal tentang pasukan yang menyerang Roswell.

           

 

✿✿✿

 

Ketika bangun aku melihat langit kelabu. Dunia yang samar-samar.. atau mungkin, itu semua karena pandangan ku yang kabur ya? Semuanya nampak terdistorsi, seolah semua dilihat dari kaca-kaca pecah yang berserakan.

            “Eh? Dimana ini?” ucapku ntah kepada siapa

            Suara keras dimana-mana. Kenapa aku ada disini? Kaki ku mulai menyerah, dan aku merasa mual. Aku mencoba berdiri, namun aku tak bisa. Lalu tiba-tiba ada uluran tangan yang dilengkapi dengan bekas luka yang banyak.

            “E-eh..” usahaku untuk berdiri tegap, tetapi gagal.

            “Tidak usah memaksakan diri, Nona” terpegangnya tangan kanan ku yang hampir jatuh.

            Aku mendongkak.

            “Terimakasih.” Ku lepaskan tangan yang memegangku. Tak kusangka pria ini adalah pemuda yang memiliki mata hijau zambrud mengkilau uhmm, tepatnya ia seperti pangeran.

            Tak lama kemudian diriku. Terjatuh.  

Sensasi yang begitu asing namun begitu familiar yang datang secara tiba-tiba membuatku panik. Aku mulai menggeliat-geliat putus asa, berusaha sekuat tenaga untuk bernafas. Rasa sakit yang luar biasa menerjang semua isi kepalaku.

            Kesadaranku semakin buram, dan konsep tentang diri semakin kabur.

            Aku sedang menyerap ingatan tentang tubuhku sambil berbaring tanpa bergerak di atas papan ranjang dan menatap atap.

            “Aku siapa ya?”

 

Seperti nya, diriku melupakan sesuatu. Tapi apakah itu? Kehilangan? Aku tidak ingat.

 Tempo waktu sangat singkat yang meninggalkan begitu banyak cerita.


Bersambung...


  ‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗


Komentar

  1. Ceritanya menarik, penggambaran alur dan tokohnya pun unik 👍

    BalasHapus
  2. wah keren aurora, ceritanya menarik untuk aku baca

    BalasHapus
  3. Ceritanya unik dan menarik... 🤩

    BalasHapus
  4. Ceritanya menarik dan tokoh nya juga menarik

    BalasHapus
  5. Ceritanya menarik, penggambaran alur dan tokohnya pun unik

    BalasHapus
  6. Ceritanya menarik. Penulisannya pun rapi

    BalasHapus
  7. Ceritanya Menarik, alurnya tidak membosankan

    BalasHapus
  8. Susunan cerita sudah baik, alur menarik. Good job👍

    BalasHapus
  9. Tema yang diangkat unik dan menarik, membuat saya penasaran dgn kisah selanjutnya. Strukturnya pun lengkap, kaidah kebahasaannya menggunakan kata baku yang mudah dipahami.

    BalasHapus
  10. Cerita nya sangat bagus, dan tema yang diangkat sangat menarik sehingga memikat pembaca

    BalasHapus
  11. keren banget rorr, bagus karyanya

    BalasHapus
  12. Ih bagus banget ini, dari pertama baca aja udah menarik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kerangka Novel

Essai dan Kritik Sastra