Story
‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗
Pada
awalnya, hanya ada sepercik cahaya.
Lalu
sejenak, muncul sensasi yang begitu lembut, seolah seperti melayang.
Terasa
sebuah kehangatan, dan juga sedikit ketegangan,
seolah
mengajakmu untuk melupakan.
Melupakan
dirimu?
Benar,
aku sudah melupakan sesuatu.
Tapi
apa itu? Apa yang mungkin sudah aku lupakan?
‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗
Roswell
dijuluki ‘kota hijau’ sebuah kota yang dinaungi oleh keindahan alam-nya. Disana
terlihat hamparan bunga-bunga yang indah berwarna-warni menghiasi Mayapada
versi Eropa, Reich. Tak lupa dengan air terjun yang terkenal di kota
itu, yang sangat digemari selama bertahun-tahun lamanya. Kehadiran gunung yang
menjadi sumber daya sekaligus memperindah pandangan diantara kaki gunung yang
tinggi. Pada musim gugur, hujan daun melembutkan hati dan pada musim dingin
tempat itu dianugerahi ketenangan yang bisu. Setiap musim memiliki panggung
yang berbeda, kota tersebut merupakan tempat yang murah hati di mata
orang-orang yang mengunjungi.
Dengan
keragaman itu tiada yang menjelek-jelek an kota tersebut begitu pula dengan
Kerajaan Eladaria yang terkenal akan kemewahannya dan kekuatannya serta
kemurahan hati untuk saling membantu dan berusaha agar senantiasa berlaku adil
serta kesejahteraan yang aman. Telah dikaruniakan gadis kembar yang super
imut dan pintar memberikan kesan yang bahagia dan terlihat ia sangat menyayangi
keduanya tanpa membeda-bedakan satu sama lain, dia selalu berlaku adil kepada
semua orang. Seperti hal nya ketika ia
memimpin kerajaan Eladaria. Kerajaan tersebut dipimpin oleh Kaisar yang arif
dan Bijaksana, Alden Hairaz, itulah namanya. Nama yang sangat tepat
untuk Sang Ayahanda. Ayah terbaik di semesta alam yang pernah ada! Benar, Putri
kesayangannya, Aruna dan Azura. Kami kembar.
Dilahirkan
sebagai Tuan Putri berkebangsaan Angles atau disebut juga bangsa Arya
yang memiliki darah biru. Sang gadis kembar permata yang elegant nan
elok, meski kembar, sifat tak harus sama bukan?
Kami
adalah Putri Kesayangan Ayahanda. Meski kami kembar, kami memiliki sifat yang
hampir 180 derajat berbeda. Mungkin sih.. namun meskipun memiliki perbedaan,
yang pasti ada suatu hal yang benar-benar sama. Ternyata benar, sangat
terbukti. Kami sama-sama sangat haus akan ilmu pengetahuan, karena menurut kami
ilmu pengetahuan itu telah memberikan suatu restu yang tiada terhingga indahnya,
terutama tentang legenda juga sejarah berdiri nya kerajaan di kota ini, kota tempat
lahir kami berdua disini. Roswell.
✿✿✿
Berjalan
menyusuri hutan, melewati sungai-sungai yang berkilau disertai kicauan burung
yang merdu. Terlihat kupu-kupu imut mengitari bunga yang baru bermekaran. Udara
sejuk nan segar memberikan ketenangan. Begitu pula suara alam yang begitu
harmonis didengar.
“Azura!
Ayo lompatlah!”
“Uhm..
tunggu.. sebentar..”
Haha
itulah Azura kembaran ku, dia selalu saja ragu atas semua hal yang ia kerjakan.
Berbeda dengan aku yang selalu yakin akan hal yang sudah ada didepan yang harus
aku hadapi!
“Baiklah, pegang tangan ku!” Aruna sambil mengulurkan
tangan.
“I-iya. Terima kasih, Aruna” Azura tersenyum lembut.
--Aku Aruna.
Bisa dibilang aku adalah kakak dari Azura, tapi aku lebih
senang ketika Azura hanya memanggilku ‘Aruna’ lagipula umur kami tidak berbeda
jauh kok! Hanya berbeda 10 menit saja. Mataku berwarna merah, nama ‘Aruna’
memang benar-benar cocok pada ku karena nama Aruna bermakna gadis bermata merah.
Setiap nama memang memiliki arti nya masing-masing.
“Yup! Mari kita lanjutkan saudariku”
Kami berlari sambil memegang tangan satu sama lain, angin
meniup rambut kami yang bergelombang, cahaya matahari berpantulan sehingga
terpancar sinarnya. Baru pertama kali kami melewati sungai-sungai jernih yang dinamis
untuk tujuan ke puncak gunung. Biasanya kami melewati Slavia’s Garden yang
dipenuhi dengan bunga-bunga yang elok.
Sesampainya di puncak, kami melihat berbagai burung yang
terbang bebas diangkasa menghiasi langit biru muda berpaduan awan putih yang
memudar.
-- Azura. Itulah namaku.
Langit yang indah. Aku sangat menyukai langit itu, langit
rona biru muda. Awan putih dilengkapi dengan angin sepoi-sepoi yang mencitrakan
rasa damai, dan tentram. Seperti hal nya mata ku, mata ku berwarna biru, ya
tepatnya biru langit. Pantas saja dinamakan ‘Azura’ karena nama itu bermakna gadis
bermata biru langit sentosa.
“Woah- indahnyaaaa..” sambil menutup mata merasakan angin
yang mengelus.
“Azura, Azura lihatlah~ ♪ ”
Aruna memutari badannya hingga rok nya mengembang bersama kelopak bunga yang
berjatuhan bagaikan musim semi yang diiringi oleh musim gugur.
✿✿✿
Sejak kecil kami memang menyukai
berpergian keluar kerajaan mengelilingi kota hijau ―ntah
kemana, yang terpenting kami nyaman dan pasti menyukai itu. Namun kami lebih
sering ke alam yang penuh akan kisah misteri yang membuat kami penasaran. Meski
para pelayan di-kerajaan sangat lelah atas ulah kami. Tapi untung saja kami
memiliki maid yang sangat bisa diandalkan, sungguh menyenangkan haha!
Mereka selalu menutupi perbuatan kami yang dilarang oleh Ayah, terutama untuk
pergi berkeliaran keluar kerajaan.
Lumayan sedikit kasihan juga kepada mereka yang sering
membuat alasan yang cukup sulit agar bisa dipercaya oleh Raja Alden. Ya itulah
Ayahanda, sulit mempercayai pernyataan.
Tapi setidaknya kami tidak ketahuan Ayah ehe.
Semenjak Ibunda pergi, Ayahanda menjadi sangat peduli
kepada kami. Ntah perasaan atau hal apa yang menyebabkan Ibunda pergi, saat itu
kami masih berusia 3 tahun. Gadis polos yang tak mengerti apa-apa tentang hal
yang tak bisa dipikir oleh akal manusia biasa. Namun tak disangka bahwa kami itu
berbeda, kami mengetahui hal yang bahkan Ayah pun tak mengetahui nya. Namun,
ini menjadi rahasia kami berdua, hanya aku dan saudari kembarku yang tahu.
✿✿✿
Pagi
hari di Kerajaan Eladaria dimulai dengan suara lonceng berbunyi nyaring berasal
dari Menara tinggi. Kemudian diiringi oleh langkah kaki beruntun dari setiap
pelayan yang bersiap melakukan tugas seperti biasa. Namun aula yang biasa
nampak kosong pada hari biasa itu kini Nampak ramai dipadati oleh orang-orang.
Beberapa bangsawan dengan baju mewahnya yang berbincang satu sama lain
membicarakan politik terutama pada strategi pertempuran perang.
Suara
terompet diikuti pemberitahuan kedatangan kandidat kelompok pengawal membuat
atensi seluruh orang di dalam ruangan segera terarah ke pintu aula. Satu
persatu orang disana, baik bangsawan, petinggi kerajaan, serta pelayan , segera
menyamping untuk memberikan jalan.
Suara
deritan pintu yang terbuka, dan datanglah tiga sosok yang gagah berpakaian
serba besi berwarna silver itu memasuki ruangan aula. Ketiganya berjalan dengan
hentakan kaki yang kokoh menuju singgasana Sang Raja untuk memberikan hormat.
Menunduk dengan satu kaki menjadi tumpuan, sebuah penghormatan tertinggi yang
diberikan kepada Sang Raja. Mereka pun segera melepaskan pelindung kepala, dan
menampakan jati diri mereka dibalik baju zirah kuat mereka.
Raja
Alden berdiri, berjalan menghampiri ketiganya.
“Hari ini, sesuai
tradisi, kami akan menobatkan para pengawal setia dan pemberani untuk Kerajaan
Eladaria.” Sang Raja berhenti tepat didepan ketiganya. Di sebelah kanan tampak
seorang pria berusia sekitar 20 tahun dengan rambut pirang yang cukup menawan.
Sedangkan disisi kirinya tampak seorang wanita muda berambut hitam yang
berkilau. Satu-satu nya yang mengganjal dan membuat heran banyak orang adalah
orang yang ada ditengah mereka yang terbalut oleh perban, yang menutupi seluruh
kepalanya kecuali mulut dan matanya dan tak disangka ia adalah salah satu ketua
tim!
“Hey-
hey lihat Azura, apakah benar ia adalah ketuanya? Yang ditengah itu lho” bisik
Aruna, “Sttttt.. Sekarang lagi penobatan lho” balas Azura.
Sang
Raja berhenti tepat didepan ketiganya. Pedang yang sedari tadi tersarung rapi
di pinggangnya kini sudah di acungkan kepada sang ketua tim dari kelompok,
menumpu tepat di pundak kiri-nya. “Oleh karena itu, sebelum penobatan ini
dilanjutkan, aku sebagai Raja Kerajaan Eladaria akan bertanya kepada kalian.
Apakah kalian sanggup menanggung beban sebagai pengawal kepercayaan Kerajaan
Eladaria?”
Terjadi
lenggang sejenak sebelum akhirnya suara ketua tersebut itu terdengar lantang, “My
Pleasure, Sir! Kami sanggup melakukannya.” Jawaban sederhana untuk mewakili
kedua bawahan nya itu membuat Raja Alden tersenyum tipis.
Aruna
terlihat kagum, tak menyangka suaranya membuat Aruna penasaran apa yang telah
terjadi dan menyebabkan kepala nya terbaluti perban yang banyak.
“Baiklah,
kita akan lanjutkan acara penobatannya.” Raja Alden menarik pedangnya kembali.
Dengan satu isyarat, para pelayan segera membawa keperluan untuk melanjutkan
penobatan. Tiga cawan emas berisikan air murni yang diambil dari pegunungan
suci Roswell di belakang Kerajaan Eladaria. Begitu pula belati dengan ganggang
emas yang baru saja diserahkan oleh pelayan kepada Sang Raja. Masing-masing
cawan itu diberi air murni dan diberi 3 tetes cairan yang sangat amat
legendaris dari leluhur Kerajaan Eladaria. Hanya orang-orang terpilihlah yang
dapat meminumnya. Raja Alden mengisyaratkan agar ketiga orang didepannya untuk
meminum air tersebut. Ini adalah sebuah simbol yang memaknai bahwa pengawal
yang kuat mempertahankan Kerajaan Eladaria sebagai ksatria yang menghubungkan
suatu tali kepada ksatria sebelum-sebelumnya termasuk pada para leluhur-leluhur
Kerajaan Eladaria.
Setelah
ketiganya menghabiskan air suci tersebut, Sang Raja mulai meyambut mereka “Orianna Gauhar. Hameez Rhys. Jovita Xafier.
Sekarang kalian resmi menjadi ksatria kepercayaan Kerajaan Eladaria.” Dan semua
orang bertepuk tangan menyambut ketiga ksatria yang telah resmi menjadi
kepercayaan Kerajaan Eladaria.
Penutupan acara telah
usai dan para tamu sudah pulang. Ketiga orang tersebut yang telah dinobati
sebagai ksatria kepercayaan Kerajaan Eladaria sedang duduk bersama Sang Raja
dengan meminum teh earlgrey yang aroma khas nya yang enak, meneduhkan
pikiran dan hati, membuat kebersamaan menjadi lebih harmonis.
“Sepertinya
enak ya itu.” Ucap Azura.
“Benar,
kita kok ga diajak sih huu ini tidak adil!” Merenggut Aruna.
Kita
tidak sering minum teh bersama Ayah― bahkan jarang sekali,
karena Ayah terlalu sibuk mengurusi tamu-tamu yang datang. Sehingga melupakan
kita. Mengesalkan! Ditendanglah karpet yang penuh debu oleh Aruna.
“Uhuk-uhuk, debunya
banyak sekali.” Aruna batuk
“Aruna, apakah kau
baik-baik saja?” Azura khawatir
“Tentu saja! Ini bukan
apa-apa kok” percaya diri
Terdengar suara langkah
kaki menuju kami. Menengoklah orang itu dan melihat kami, ia adalah ketua tim
yang berbalut perban pada mukanya. Orianna. Ia sepertinya tersenyum kepada
kami, dan kembali menuju meja untuk minum teh. Sepertinya dia menyelamatkan
kami ya?
✿✿✿
Keesokan harinya tepat
pada usia kami yang ke-15 tahun, terjadinya secara tiba-tiba. “Ada apa ini?”
tanya Azura. “Tenanglah, cepat kemari bersembunyi! Ada yang menyerang”
Tak ada aba-aba ataupun
peringatan meluncurnya serangan dari pasukan yang tak diketahui asal-usul namanya.
Mereka memakai pakaian yang sederhana, tak ada baju baja ataupun besi. Hanya
saja memiliki senjata tombak yang sangat tajam serta penutup kepala. Menandakan
bahwa pasukan tersebut memang misterius tidak ingin memperlihatkan
asal-muasal mereka.
Kavaleri
pengintai berlari jauh, dan mulai berteriak dalam bahasa Slavia dan Fenisia.
Memberitahu kepada para warga― rakyat―
orang setempat― dan para prajurit mulai berhenti untuk
beristirahat. Bergegas berbaris didepan menyiapkan senjata serta pertahanannya.
Pasukan
berjaga pun membunyikan lonceng, sambil berteriak “Kita diserang!”
Suara hentakkan kaki kuda membuat debu mengepul dan
menghalangi pandangan.
“Aruna! Azura! Dimana kalian?!” gelisah Sang Ayah.
“Paduka, tenanglah,” ucap seorang pengawal ksatria yang
terkenal kesetiaannya.
Alden mulai memerintah prajurit-prajuritnya serta ksatria
nya agar bersiap untuk membalaskan dengan melesatkan serangan. Setidaknya untuk
mempertahankan kediaman serta rakyat-rakyat nya. Kemudian Alden bertemu dengan
pengawal kepercayaan Kerajaan Eladaria yang beberapa waktu lalu telah
dinobatkan sebagai ksatria suci kepercayaan Kerajaan Eladaria. “Orianna! Aku
memiliki permintaan untuk mu; selamatkan putriku!” Orianna sebagai ketua tim
kaget setelah diperintahkan oleh Sang Raja, tapi ini bukan lah untuk memikirkan
hal yang tak penting. Sekarang Kondisi sedang genting!
Bergegaslah ia mencari kedua Putri Sang Raja, lalu
mengisyaratkan kepada kedua bawahannya sekaligus temannya, sebagai ketua ia
harus bertanggung jawab dengan bawahannya. “Jovita!” teriak Orianna
memanggilnya dengan keras untuk memberitahukan perintah Sang Raja, “Sampaikan
pada Hameez, bahwa kita diperintah untuk menyelamatkan Putri paduka Raja Alden.
Mohon kerjasamanya!” Jovita mengangguk dan bergegas menuju tempat Hameez.
“A-aruna..” suara gemetar Azura.
“Pegang tanganku, jangan dilepaskan ya?” ucap Aruna
Suara itu terdengar jelas dikuping kami, mulai dari suara
ledakan hingga adu pedang senjata. Apa yang harus kita lakukan? Oh tidak,
apakah kita akan bernasib buruk disini?
Kami bersembunyi dibalik batu tua yang sangat besar,
seperti gua tapi memiliki atap bagaikan rumah?
Kediaman? Namun ini sangat familiar sekaligus asing, pikirku―Aruna.
“Hey.”
Suara lelaki itu, teringat ketika berada di aula. Benar,
saat dinobatkan nya pengawal.
“Kemarilah kalian, aku diperintahakan Raja untuk
menyelamatkan kalian.”
“Waaa, terimakasih kami terselamatkan” ucap Azura.
“Jangan berlebihan, ini baru awal Putri.” tersenyum
dibalik perban diwajahnya.
“Bagaimana cara mu menemukan kami?” jutek Aruna melirik
pohon disampingnya
“Ahaha, itu karena aku suka memanjat pohon. Kebetulan
saat itu aku melihat kalian memasuki tempat ini dan untung saja kuda ku tidak
pergi. Hehe.” Orianna tertawa kecil.
Kami menuju Kerajaan Eladaria yang menunggaki kuda putih yang
super cepat. Memasuki pintu rahasia dikerajaan, yang hanya diketahui oleh
beberapa orang pilihan.
“Turunlah, kalian akan aman disini, aku akan menunggu di
luar. Untuk berjaga-jaga”
“Sebaiknya kau ikut masuk bersama kami, pengawal. Agar
tetap selamat” ucap Aruna
Orianna tepukau kaget dan tak menyangka bahwa Aruna yang
jutek akan berkata begitu “Kau kakak yang baik ya, terimakasih banyak Putri.
Aku akan baik-baik saja” mengusap kepala
Aruna. Memalingkan wajah sudah biasa bagi Aruna untuk semua orang kecuali pada
Ayahnya.
“Seharusnya Kamilah yang berterimakasih. Terimakasih ya.”
Aruna tersenyum lembut.
Orianna tersipu malu,
melihat senyumannya. Bergegas pergi untuk membantu pasukan lainnya.
✿✿✿
Tak disangka aku
ketiduran! Terlihat bahwa serangan tadi sudah usai, tanpa ada korban. Ku
tersadar bahwa ternyata diriku sendirian disini dan teringat saudari kembarku.
Azura.
“O,ya- Azura? Dimana kau? AZURAAAAAAA!” teriak diriku dan
siap-siap bergegas untuk mencarinya. Kemana dia itu?! Tidak biasa nya dia jauh
dari ku. “Azuraaa!.. Azuraaa!” sudah lelah, capek, ku teriak tanpa ada balasan
dari nya. Aku pun menghampiri Sang Ayah.
“Ayah, Azura- ” belum ku selesei berkata. Pengawal
kepercayaan Kerajaan, benar mereka bertiga, berlutut dengan tunduk menyesal.
“Mohon
maaf atas kesalahan kami paduka Raja!”
Aku
terkejut, kesalahan? Kesalahan siapa? Bukankah dia menyelamatkan kami tadi?
“Kami sungguh menyesal, dan merasa bersalah Raja. Kami
tidak dapat menyelamatkan Tuan Putri Azura. Mohon maaf, kami tak becus. Apapun
hukuman yang diberikan kepada kami sudah sepantasnya kami terima.” Ucap Sang
ketua bertanggung jawab.
“Terimakasih.” ucap Sang Raja. Mereka bertiga terkejut
dan mendongkak kaget “Kalian memang
pantas menjadi ksatria Kepercayaan Kerajaan Eladaria.” lanjut Sang Raja. “Aku
bertahun-tahun memimpin kerajaan ini, tidak ada satu pun yang bisa berkata seperti
ini didepanku. Merasa bersalah dan menerima apapun hukuman yang diperoleh. Dulu
mereka selalu mengutamakan alasan-alasan-alasan-dan alasan lagi. Itu sangat
menyebalkan menurutku.”
“Jadi, paduka.. apa hukuman yang pantas bagi kami agar
tidak gagal lagi kedepannya?”
“Tidak ada. Karena kalian masih belum gagal.” Tersenyum
kokoh dan mengangkat ketiganya agar tetap berdiri.
“Siapkan angkatan udara, darat, dan air untuk mencari asal-usul
pasukan tersebut yang telah menyerang serta menculik Tuan Putri Azura,
sekarang! Laksanakan!”
✿✿✿
‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗
Apa
yang kau cintai dari perang?
Ratusan
manusia yang menjadi korban?
Blok-blok
tak berarti di atas meja?
Kematian
dan kehancuran?
Aneksasi
dan kekuasaan?
Salah
paham dan keraguan??
“Perang hanyalah acara bodoh untuk pembukti-an diri, membuat seseorang seolah untuk menegakkan keadilan. Padahal mereka membuat nyawa manusia terlihat tak berharga.”
Disisi
lain, di Negara bagian lain. Serangan mendadak Kekaisaran Nijpon atas Perl
Harbord tak diketahui pada bulan Desember 1941 membuat 21 kapal armada Amerycas
rusak berat, menewaskan 2300 orang dan melukai lebih dari 1000 orang, dan
seketika mengubah mentalitas orang-orang Amerycas yang tidak mau tahu urusan
dunia luar dalam waktu kurang lebih dari 24 jam. Presiden Roosevelt meng-umumkan
perang terhadap Nijpon, dan beberapa hari kemudian Hitler dan Mussolini.
Seluruh negeri
dimobilisasi untuk ikut dalam peperangan yang telah membuat Eropa banjir darah
selama delapan belas bulan belakangan. Reaksi ngeri yang tersebar luas dari
provokasi serangan tersebut digembar-gemborkan oleh kampanye media yang
histeris, yang memperingatkan tentang invasi dalam waktu yang dekat.
Sementara kerajaan Eladaria, bersikeras mencari informasi
asal-muasal tentang pasukan yang menyerang Roswell.
✿✿✿
Ketika
bangun aku melihat langit kelabu. Dunia yang samar-samar.. atau mungkin, itu
semua karena pandangan ku yang kabur ya? Semuanya nampak terdistorsi, seolah
semua dilihat dari kaca-kaca pecah yang berserakan.
“Eh? Dimana ini?” ucapku ntah kepada siapa
Suara keras dimana-mana. Kenapa aku ada disini? Kaki ku
mulai menyerah, dan aku merasa mual. Aku mencoba berdiri, namun aku tak bisa.
Lalu tiba-tiba ada uluran tangan yang dilengkapi dengan bekas luka yang banyak.
“E-eh..” usahaku untuk berdiri tegap, tetapi gagal.
“Tidak usah memaksakan diri, Nona” terpegangnya tangan
kanan ku yang hampir jatuh.
Aku mendongkak.
“Terimakasih.” Ku lepaskan tangan yang memegangku. Tak
kusangka pria ini adalah pemuda yang memiliki mata hijau zambrud mengkilau― uhmm,
tepatnya ia seperti pangeran.
Tak lama kemudian diriku. Terjatuh.
Sensasi
yang begitu asing namun begitu familiar yang datang secara tiba-tiba membuatku
panik. Aku mulai menggeliat-geliat putus asa, berusaha sekuat tenaga untuk
bernafas. Rasa sakit yang luar biasa menerjang semua isi kepalaku.
Kesadaranku semakin buram, dan konsep tentang diri
semakin kabur.
Aku sedang menyerap ingatan tentang tubuhku sambil
berbaring tanpa bergerak di atas papan ranjang dan menatap atap.
“Aku siapa ya?”
Seperti
nya, diriku melupakan sesuatu. Tapi apakah itu? Kehilangan? Aku tidak ingat.
Tempo waktu sangat singkat yang meninggalkan
begitu banyak cerita.
Bersambung...
‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗‗
Ceritanya menarik, penggambaran alur dan tokohnya pun unik 👍
BalasHapusKeren aurora
BalasHapusbagus roraaaa><
BalasHapuswah keren aurora, ceritanya menarik untuk aku baca
BalasHapusCeritanya unik dan menarik... 🤩
BalasHapusCeritanya menarik dan tokoh nya juga menarik
BalasHapuskeren Roraaa,ceritanya juga menarik
BalasHapusCeritanya menarik, penggambaran alur dan tokohnya pun unik
BalasHapusCeritanya menarik. Penulisannya pun rapi
BalasHapusCeritanya Menarik, alurnya tidak membosankan
BalasHapusSusunan cerita sudah baik, alur menarik. Good job👍
BalasHapusTema yang diangkat unik dan menarik, membuat saya penasaran dgn kisah selanjutnya. Strukturnya pun lengkap, kaidah kebahasaannya menggunakan kata baku yang mudah dipahami.
BalasHapusCerita nya sangat bagus, dan tema yang diangkat sangat menarik sehingga memikat pembaca
BalasHapusKeren bangettt!
BalasHapusCeritanya bagus banget 👍
BalasHapusCerita menarik, keren banget!!
BalasHapuskeren banget rorr, bagus karyanya
BalasHapusIh bagus banget ini, dari pertama baca aja udah menarik
BalasHapus