Essai dan Kritik Sastra

 

Esai


HANAKOTOBA

 

Setiap bunga memiliki makna tersendiri. Harapan, emosi, yang ada didalam hati. Beberapa jiwa yang bersentuhan dengan bunga, merasakan dengan kehadirannya memberikan perubahan. Demikianlah yang terjadi dalam berbagai cerita pendek dalam Hanakotoba.

            Bunga itu penting dan memiliki kekuatan juga simbol yang istimewa. Dapat terlihat indah dan terasa keharmonisan hingga kehangatan pada cerita pendek tersebut yang dirangkai sambung menyambung seperti benang merah yang berjalan seiring takdir yang ditetapkan. Banyak kejutan-kejutan yang terjadi dalam cerita dan bagi saya hal tersebut tak hanya sekedar cerita semata, umumnya orang membeli bunga yang hanya untuk dipajang diatas meja dibiarkan layu lalu di buang jika sudah mati.

Arti dari setiap bunga berbeda-beda, memiliki makna tersendiri yang dapat menghiasi kehidupan, terdapat emosi harapan serta perasaan yang serta untuk melengkapi.

Tak kalah dengan cerita nya yang berhubungan dengan kehidupan nyata yang sering terjadi. Seperti dikhianati sahabat, kecemburuan pada pacar, penantian tanpa kepastian, jatuh cinta diam-diam, juga keinginan membanggakan orangtua. Novel ini mengajarkan kita tentang kedewasaan, menjalani kehidupan ini meski tidak seperti yang diharapkan.

Filsofis, kharisma, elegan, manufaktur rancangan yang memang kokoh dibangun dari dasar kata-kata mutiara. Ruang percakapan yang berdebu, kenangan lama yang meninggalkan rasa kelabu, rintik hujan membawa sendu, secangkir teh hangat membawa pilu, dan bunga lembayung yang mengingkatkan pada masa lalu.

Saya sangat menyukai novel ini, dimulai dari ide ceritanya, gambar ilustrasinya, kata-katanya, alur nya dan rasa, emosi pada buku tersampaikan jelas. Berwawasan, dengan melihat kata-kata yang indah membuat kagum terkesima. Selain itu tidak hanya sebatas narasi biasa, namun kita diajak mengenali arti dari bunga dan kekuatan apa yang ada di balik bunga-bunga tersebut. Yaa.. hanakotoba seperti namanya berarti 'bahasa bunga' .

Keinginan hidup percintaan serta pertemanan dicurahkan melewati bunga yang sesuai tertulis arti dari semua kejadian yang telah dialami. Perjuangan, kehancuran serta kebangkitan pun terangkat. Melewati kisah kehidupan dengan bunga yang menjadi alasan, sungguh indah untuk bisa membantu seseorang yang telah hadir di kehidupan dengan membawa berbagai macam cerita.

Keharmonisan hingga kehangatan pada cerita pendek tersebut yang dirangkai sambung menyambung seperti benang merah yang berjalan seiring takdir yang ditetapkan. Kejutan-kejutan yang terjadi dalam cerita dan bagi saya hal tersebut tak hanya sekedar cerita semata,


 




Kritik




 

HUJAN

 

Novel Hujan ini menceritakan kisah dua tokoh utamanya yang bernama Lail dan Esok. Kedua tokoh ini dipertemukan pasca terjadi bencana gunung meletus tahun 2042. Tokoh laki-laki bernama Esok atau yang bernama lengkap Soke Bahtera ini digambarkan sebagai anak muda yang jenius dan pintar

Cerita dimulai dengan peristiwa kedatangan Lail ke Pusat Terapi Saraf untuk memodifikasi ingatannya. Ketika ditanya apa yang ingin dilupakan, Lail menjawab “aku ingin melupakan hujan”. Cerita pun bergulir. Dengan dibantu oleh Elijah seorang paramedis senior, Lail menceritakan seluruh kisah hidupnya sejak peristiwa bencana alam tersebut hingga saat dia mendatangi pusat terapi syaraf tersebut. Cerita kemudian bergulir dengan sangat apik dan membuat ending yang sangat-sangat tidak mengecewakan.

Materi bahasa didalam novel ini cukup ringan dan mudah dipahami. Meski halamannya cukup tebal Namun dalam novel ini segala sesuatunya terasa pas. Alurnya tidak membosankan dan sudah sesuai dengan jalan cerita, tidak terasa di panjang-panjangkan atau dilambat-lambatkan. Bahkan di beberapa bagian ada yang dipercepat ceritanya. Jalan ceritanya senfiri tidak bisa ditebak sama sekali.

 

Banyak kejutan-kejutan yang terjadi dalam novel ini dan tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Misalnya adanya musim dingin berkepanjangan akibat efek gunung meletus. Kemudian karena campur tangan manusia, musim dingin ini berubah menjadi musim panas yang akhirnya menjadi malapetaka. Musim panas terjadi tanpa tahu kapan berakhirnya. Hujan juga tidak lagi turun ke bumi. Hal-hal seperti ini membuat imajinasi pembaca melambung tinggi.

Tidak adanya daftar isi dan sinopsis di sampul belakang juga menjadi daya tarik tersendiri dalam novel ini. Hal ini akan membuat para pembacanya penasaran dan tidak ada pilihan lain selain terus membaca hingga akhir.

Hal yang menjanggal dalam novel ini adalah tokoh karakternya yang kurang kuat. Dia hanya seorang gadis lemah, cengeng dan tidak mempunyai inisiatif apaapa. Keberhasilannya dalam berbagai hal di dalam cerita karena ajakan dari temannya Maryam. Tanpa Maryam, Lail tak akan bisa meraih apapun. Seharusnya sebagai tokoh utama, Tere Liye menempatkan Lail sebagai inisiator bukan tokoh yang mengikuti apapun kemauan temannya walaupun itu hasilnya baik juga.

Beberapa typo juga saya temui dalam novel ini, yang paling kentara dan bikin kening berkerut adalah tentang tugas pertama Lail dan Maryam. Di halaman 120 tertulis “Jika kalian bersedia, setelah menerima pin besok pagi, kalian akan ditugaskan segera di Sektor 3 selama liburan panjang”. Namun, dalam halaman 135 tertulis, “Pagi ini kami berangkat ke Sektor 4, Penugasan pertama dari organisasi”. Sebenarnya Lail itu ditugaskan di sektor 3 atau 4? Semoga cetakan selanjutnya ada jawaban dan bisa diperbaiki.

Ada senyum yang terukir pasca membacanya. Efek dalam cerita novel hujan ini juga membekas hingga beberapa lama. Masih terbayang-bayang adegan-adegan yang terjadi dalam cerita dan membuat saya tidak bisa move on dalam seminggu. 

Komentar

  1. Teks esainya menarik dan kritiknya juga dipaparkan dengan baik oleh penulis

    BalasHapus
  2. Teks esai dan kritik yang dibuat bagus dan menarik, sudah sesuai kaidah kebahasaan dan struktur yang benar. Penulisannya juga rapi dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  3. Teks Kritik dan Esai nya sudah bagus, semangat

    BalasHapus
  4. Teks esai dan kritik yang dibuat menarik untuk dibaca.

    BalasHapus
  5. Teks kritik yang dibuat menarik,isinya sudah mencakup karya yang di kritik dengan baik. Untuk teks Essainya pun sudah bagus,mengangkat topik yang menarik dengan pemaparan yang sangat baik.

    BalasHapus
  6. Teks kritik dan esai yang dibuat sangat menarik. Terutama topik yang diambil pada teks esai sangat menarik perhatian pembaca. Penulisannya pun sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan dan struktur yang lengkap.

    BalasHapus
  7. Teks kritik dan teks esai tersebut sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Bahasanya jelas dan mudah dimengerti

    BalasHapus
  8. Teks kritik dan essai memuat topik yang menarik dan sudah sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaannya, good job๐Ÿ‘๐Ÿป

    BalasHapus
  9. Teks kritik dan esai memuat topik yang menarik dengan penyusunan paragraf yang rapi dan bahasa yang digunakan jelas sehingga mudah dipahami. Teks juga sesuai dengan kaidah kebahasaan dan struktur pada umumnya

    BalasHapus
  10. baguss menarikk๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  11. Teks kritik dan teks esai sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan ๐Ÿ‘

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Story

Kerangka Novel